Ketika bumi menyalip mars

Oposisi ini terjadi karena bumi dalam orbitnya yang lebih kecil menderu cepat di antara matahari dan mars. Karena mars berlawanan arah dengan matahari, planet merah itu terlihat begitu terang di langit malam bumi. Mars terbit di ufuk timur ketika matahari mulai terbenam, ia lalu menanjak tinggi ke atas kepala sekitar tengah malam, lalu beranjak ke barat seiring dengan matahari yang terbit kembali. Pada lepas tengah malam hari-hari ke depan, mars kira-kira akan sama terangnya dengan bintang tercerah di langit, sirius. Bedanya, sirius mengedipkan banyak warna, sedangkan mars hanya kemerahan yang lebih stabil. Namun, pemandangan istimewa ini hanyalah sementara. Begitu bumi sudah berhasil menyalip mars dalam gerak revolusi mengelilingi matahari, bayang-bayang merah mars akan kembali kabur. Setahun ke depan, mars tidak akan lebih terang daripada banyak bintang di langit yang tidak menarik. Oposisi antara matahari, bumi, dan mars akan terjadi kembali pada 2010 (tiap dua tahun sekali). Tapi saat itu, jaraknya tidak akan sedekat akhir tahun ini. Beberapa oposisi memang menempatkan mars lebih jauh dari posisinya saat ini terhadap bumi, tapi bisa juga lebih dekat. Yang pasti, jarak persis seperti pada malam-malam ini bakal terulang paling cepat 2016 nanti. Dekat, tapi… Pada jarak 88 juta kilometer, orbit mars sejak 18 Desember lalu adalah yang terdekat dari bumi hingga 2016 nanti. Cukup dekat, tapi jangan pernah membayangkannya akan sebesar bulan purnama. Diameter mars kurang dari seperseratus diameter bulan penuh yang terlihat dari bumi. Jika disandingkan secara langsung, diameter mars memang hampir dua kali diameter bulan. Posisinya harus dua kali jarak bulan dari bumi kalau ingin terlihat sama besarnya dengan bulan. Itu artinya, bukan 88 juta km, tapi 800 ribu km. Karena dekatnya posisi itu, banyak teleskop dipastikan mengarah ke mars, si planet merah itu, sepanjang Desember sampai Januari nanti. Tapi ingat, butuh kesabaran dan ketekunan untuk bisa mengamati hingga detail permukaannya. Sering kali atmosfer bumi tidak stabil (kedap-kedip bintang menandakan turbulensi dalam atmosfer kita), dan badai debu di mars tidak jarang mengaburkan hasil pengamatan.

Didapat dari http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1198796262&1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: